A.M.G.I.S

Laboratorium Manajemen Pertanian dan Sistem Informasi Geografis


Tingkat Bahaya Erosi Pada DAS Air Haji Kecamatan Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan


Tampilan fullscreen


Pemanfaatan dan pengelolaan lahan yang tidak tepat dapat meningkatkan tingkat bahaya erosi pada Daerah Aliran Sungai (DAS). Beberapa kerusakan yang terjadi akibat adanya erosi diantaranya adalah menurunnya produktifitas tanah dan berkurangnya pengisisan air bawah tanah. Berdasarkan pengamatan di lapangan DAS Air Haji telah menunjukan tanda-tanda kerusakan DAS. Kurang tepatnya perencanaan dan pengelolaan pada DAS Air Haji dapat meningkatkan erosi yang terjadi hingga pada tingkat yang berbahaya. Oleh sebab itu, perlu diketahui tingkat bahaya erosi yang terjadi pada DAS Air Haji. Tingkat bahaya erosi dapat dihitung menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) berdasarkan metode USLE (Universal soil Loss Equation). Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem informasi tingkat bahaya erosi yang dapat diakses oleh siapapun dan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk memberikan prioritas rekomendasi konservasi pada DAS Batang Air Haji. Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar tingkat bahaya erosi pada DAS Air Haji tergolong ke dalam tingkat bahaya erosi ringan dan sedang dengan luas masing-masing 20.494,60 ha dan 15.976,70 ha. Sebagian lainnya tergolong ke dalam tingkat bahaya erosi berat dan sangat berat dengan luas masing-masing 2.644,28 ha dan 1.394,39 ha. Wilayah dengan tingkat bahaya erosi berat dan sangat berat direkomendasikan untuk dilakukan pengelolaan atau konservasi untuk mengurangi tingkat bahaya erosi yang terjadi Pada DAS Air Haji. Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk sistem informasi yang dapat diakses oleh pengguna internet dan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan pengelolaan dan rekomendasi konservasi pada DAS Air Haji.


Rekomendasi


Kelas TBE

Penggunaan Lahan

Kelerengan

Luas
(ha)

Rekomendasi

Berat

Lahan Terbuka

0% - 8%

6,89

sawah, pertanian lahan kering, atau pemukiman

Pertanian Lahan Kering

15% - 25%

592,17

pertanian dengan konservasi lahan, pertanian dengan tanaman pepohonan, atau hutan

25% - 40%

515,17

> 40%

78,65

Hutan

Pertanian Lahan Kering Campur Semak

15% - 25%

39,80

pertanian dengan konservasi lahan, pertanian dengan tanaman pepohonan, atau hutan

25% - 40%

779,04

> 40%

259,52

Hutan

Semak Belukar

15% - 25%

23,72

pertanian dengan konservasi lahan, pertanian dengan tanaman pepohonan, atau hutan

25% - 40%

299,59

> 40%

49,91

Hutan

Sangat Berat

Lahan Terbuka

15% - 25%

9,53

pertanian dengan konservasi lahan, pertanian dengan tanaman pepohonan, atau hutan

25% - 40%

1,24

> 40%

0,02

Hutan

Pertanian Lahan Kering

25% - 40%

528,97

pertanian dengan konservasi lahan, pertanian dengan tanaman pepohonan, atau hutan

> 40%

156,43

Hutan

Pertanian Lahan Kering Campur Semak

25% - 40%

270,25

pertanian lahan kering dengan konservasi lahan, pertanian dengan tanaman pepohonan, atau hutan

> 40%

279,47

Hutan

Semak Belukar

25% - 40%

48,92

pertanian dengan konservasi lahan, pertanian dengan tanaman pepohonan, atau hutan

> 40%

99,91

Hutan

Total Luas

4038.67